Demi Publik, Untuk Republik Buka Big Data -->

Demi Publik, Untuk Republik Buka Big Data

Selasa, 19 April 2022,


Demi Publik, Untuk Republik Buka Big Data


Oleh Agung Marsudi


Satu tambah satu sama dengan dua,

Demi republik Big Data harus dibuka


Dari Semarang menuju Kudus, 

Jangan lupa membawa lumpia

Di syukuran ulang tahun Kopassus, 

Prabowo dan Hendro duduk semeja


DUA pantun berbeda, mewakili kabar terkini negeri ini. Kiranya berkenan di hati. Demi publik, untuk republik, La Nyalla telah membuka Big Data versi DPD RI. Plong! Isu halu tunda pemilu, hanya pepesan kosong.


Publik masih menunggu jiwa ksatria Si Marves, membuka Big Data versinya. Agar semua terang benderang. Jangan dibiarkan rumor merata-rata (Bahasa Minang: Takicuah di Nan Tarang). Sebab Big Data, bukanlah Big Dusta, apalagi Big Agenda.


Masih segar istilah Wimanjaya, primadosa, primaduka dan primadusta. Bagaimana jika kemudian Big Data bernasib serupa. Ini negara besar, tak cukup diurusi hanya seorang Binsar.


Koalisi adalah "persetubuhan partai politik" yang didasari suka sama suka, jelas tak kena pasal. Cuma punya malu atau tidak, ketika ngurusi negara, ketahuan nakal dan "binal".


"Lawakan mana lagi yang kau dustakan?"


Harga-harga mulai membubung tinggi, justru menjelang Idul Fitri. Katanya, ekonomi sirkular, tapi rakyat makin menjerit.


"Tuku dawet neng isor uwit

Rakyate mumet angel golek duit"



Solo, 17 Maret 2022





TerPopuler