Heboh, Warga Air Kulim Temukan Tapak Kaki Harimau

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

Heboh, Warga Air Kulim Temukan Tapak Kaki Harimau

NUSANTARAEXPRESS, BATHIN SOLAPAN - Belum lama ini banyak perbincangan warga Duri, di warung-warung maupun di Medsos tentang penampakan harimau di salah satu lokasi ladang minyak PT. Chevron Duri, Jumat (3/1/2020) dihebohkan lagi penampakan tapak kaki harimau yang lumayan besar di desa Air Kulim Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Warga yang bermukim di areal PT. Darmali wilayah kilometer 10 Desa Air Kulim, mesti waspada. Sebab, diduga jejak kaki binatang buas harimau berukuran besar ditemukan warga melintasi jalan setapak di blok-blok perkebunan kelapa sawit tersebut.

"Ada tapak harimau besar, warga kilometer 10 mesti waspada," sebut Hendrik Saputra dalam video singkat yang diabadikannya di lokasi penemuan jejak kaki harimau tersebut, Kamis (2/1/2020).

Dalam video berdurasi 3 menit 23 detik itu, si perekam Hendrik menjelaskan bahwa harimau tersebut baru saja melintas areal tersebut.

Pemerintah Desa setempat juga mendapatkan laporan warga atas penemuan jejak kaki diduga harimau berukuran besar itu. "Lokasinya berada di PT. Darmali di Blok F-16 dan F17," kata Sekretaris Desa Air Kulim, Munawar Rosidi SE.

Sementara, Kepala Polisi sektor Mandau, Kompol Arvin Hariyadi meminta kepada warga yang beraktifitas di lokasi penemuan jejak tersebut agar selalu waspada. Apalagi, wilayah tersebut merupakan perkebunan yang sunyi dan sepi. "Apabila berkebun dilokasi diharap hati-hati, kita akan berkoordinasi dengan BBKSDA, " ujar Kapolsek Mandau.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) wilayah Riau juga telah mendapatkan laporan dari warga. Melalui pemangku wilayah disana, BBKSDA menduga bahwa tapak tersebut merupakan jejak Tapir.

"Info dari pemangku wilayah kita disana, kemungkinan itu tapak tapir," kata Humas BBKSDA Riau, Dian kepada Posmetro Rohil.

Kendati demikian, pihak BBKSDA Riau akan terus memantau lokasi penemuan jejak binatang tersebut. "Kita akan pantau terus. Lokasi tersebut memang dekat dengan habitat satwa liar yaitu hutan chevron," katanya. (Rls)