Di HUT RI ke-76 BP2MI Lepas 271 Pekerja Migran ke Jepang

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

Di HUT RI ke-76 BP2MI Lepas 271 Pekerja Migran ke Jepang



NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Bertepatan dengan HUT RI ke-76 saat ini dengan tema ‘Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh’. Di masa pandemi Covid-19 BP2MI terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas 271 orang pekerja asal Indonesia ke Jepang. Pelepasan pekerja migran Indonesia (PMI) itu merupakan bukti pemerintah terus bekerja di tengah kondisi pandemi.


"Ini adalah angkatan ke-14 untuk nurse dan careworker. Ini bukti di tengah era pandemi covid-19 sebagian negara menutup masuknya warga negara asing pekerja kita tidak masuk, tapi Jepang masih membuka," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Selasa, 17 Agustus 2021.


Benny mengatakan keberangkatan PMI itu membuktikan pemerintah terus mengusahakan keinginan warga negara yang ingin bekerja di luar negeri. Pandemi dipastikan tidak akan menghambat keinginan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.


Benny juga meminta masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri untuk menghubungi pihaknya. Benny meminta masyarakat tidak mengambil jalur ilegal untuk bekerja di luar negeri.


Pemerintah akan memberikan pelatihan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Pelatihan itu akan berlangsung selama setengah tahun.

"Mereka diberikan pelatihan, keterampilan, mereka akhirnya memiliki kemampuan berbahasa, memiliki kompetensi, dan pekerja ini lah yang kita siapkan untuk bekerja di luar negeri," ujar Benny.


Benny mengatakan pelatihan itu penting dilakukan. Hal itu perlu agar PMI tidak diremehkan saat bekerja di luar negeri.

"Mereka tidak akan datang minder, menganggap dirinya sebagai pengemis pekerjaan. Tapi, mereka mempunyai keterampilan yang layak diberikan penghargaan untuk perusahaan, untuk majikan di mana mereka bekerja, dan mendapatkan gaji yang layak," tutur Benny.


Benny juga menjamin pekerja yang dikirim ke Jepang terbebas dari covid-19. Protokol kesehatan dalam pelatihan dilakukan sangat ketat sampai mereka semua diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja.


Sebelum keberangkatan, Benny menyempatkan diri berbicara dengan para calon PMI. Benny meminta seluruh calon PMI itu untuk menggunakan kesempatan bekerja sebaik-baiknya.

"Kita punya keahlian, keterampilan, sehingga kita layak bekerja, dan mendapatkan apresiasi dari mereka," kata Benny.


Para pekerja juga diminta untuk menjaga diri dengan baik. Para pekerja diminta melapor ke call center atau kedutaan jika mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat bekerja di Jepang.

"Pemerintah akan melindungi kalian. Kalau ada masalah, tinggal lapor," tutur Benny.


Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan 5 M. (JNI)