JOKOWI Alias JOKOWHO

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

JOKOWI Alias JOKOWHO



JOKOWI ALIAS JOKOWHO


Oleh : Agung Marsudi, Duri Institute


NAMA Jokowi sudah tidak asing bagi "kita". Tapi sebutan "Jokowho" menjadi menggelitik karena kata itu muncul di laman depan The Economist, edisi 21 Agustus 2021.


Lengkapnya, "Jokowho? Indonesia’s president promised reform. Yet it is he who has changed" (Jokosiapa? Presiden Indonesia menjanjikan reformasi. Namun dialah yang telah berubah)


Dengan subjudul “Democracy is increasingly enfeebled under Jokowi” (Demokrasi semakin dilemahkan di bawah pemerintahan Jokowi).


Saya tertarik pada diksi "Jokowho" karena jika kata ini dipisah "Joko who" artinya Joko siapa. Tapi jika tidak dipisah, artinya tetap "Jokowho" dan "tidak berarti siapa-siapa".


Joko Widodo, selanjutnya disingkat Jokowi biasa diprofilkan sebagai seorang pekerja partai versi Megawati. Sebab Megawati mengira Jokowi bisa jadi presiden karena PDIP, padahal lebih banyak rakyat Indonesia, yang bukan anggota PDIP juga memilih Jokowi.


Sehingga ketika pesta demokrasi usai, muncul kata "Jokowinner" di majalah Tempo edisi khusus.


Lalu, Jokowi alias Jokowho, diprofilkan oleh The Economist, terkait kemunduran demokrasi di negeri ini. Terutama terkait soal moal korupsi yang makin menadi, dan indeks binalitasnya menjadi-jadi.


Bagi Jokower, Jokowho mungkin gak penting. Karena mereka tahu Jokowho tak bisa menandingi tafsir "Joko Tingkir", yang tak mungkin berada di pinggir. Dalam bahasa berbeda. "Kepak Sayap Perseteruan" menebarkan kesempatan politik yang lebih menjanjikan.


"Karena Puan Jokowi diGanjar Megawati". Efek Puan, efek Jokowi, efek Ganjar, efek Megawati, cari efeknya di "Bursa Efek".


Lalu anda pura-pura kaget, sebab di sana hanya ada "Bursa".



Duri, 22 Agustus 2021