"Manusia Merdeka", Film Pendek Garapan Disdik Labuhanbatu Sentuh Sosial

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

"Manusia Merdeka", Film Pendek Garapan Disdik Labuhanbatu Sentuh Sosial



NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU - Film pendek perdana garapan Dinas Pendidikan dan Komunitas Film Labuhanbatu libatkan unsur Forkopimda menyentuh kehidupan bersosial.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Asrol Azis Lubis, Senin (23/8) membeberkan, kisah film dikanal YouTube berdurasi 10 menit itu mengadaptasi kehidupan sosial masyarakat terkini.

Beratnya rintangan kehidupan seorang ayah, dalam memperjuangkan pendidikan anak di tengah kondisi Pandemi Covid-19, dikisahkan dan dikemas dengan rapi di dalam film yang berjudul Manusia Merdeka itu.

Makna cerita film tersebut tak kalah menariknya dengan akting dari sejumlah pejabat di Labuhanbatu yang berekspresi bak aktris kawakan yang sudah malang melintang di industri perfiliman.

Mulai dari akting Pj Bupati Labuhanbatu, Mulyadi Simatupang, Plt Kadis Pendidikan Asrol Azis Lubis, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, Dandim 0209 Labuhanbatu Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap sampai Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan, keseluruhan tampak berjalan natural.

Sepenggal cerita yang disampaikan Asrol, dikisahkan seorang ayah yang tengah dirundung masalah dan dipecat dari pekerjaannya dampak dari kondisi Pandemi Covid-19.

Namun, hal itu tidak pernah disampaikannya kepada anaknya yang tengah menempuh dunia pendidikan dengan maksud agar anaknya tidak menjadi pesimis untuk dapat melanjutkan jenjang pendidikannya.

Segala pekerjaan ia lakukan sampai menjadi buruh sekalipun hanya semata agar putranya dapat hidup dan mendapat pendidikan yang layak.

“Ia tutupin itu hanya demi sebuah tanggung jawab,” ucap Asrol.

Sampai satu ketika, anaknya mengetahui apa yang telah ditutupi oleh ayahnya itu, namun dengan rasa sayang anak yang berbanding lurus dengan orang tuanya, sehingga mereka mampu lalui kerasnya rintangan hidup.

“Sampai pada akhirnya usaha keras ayahnya membuahkan hasil dan berakhir bahagia,” lanjut Asrol.

Dalam film tersebut Asrol mengutip beberapa pesan yang terkandung di dalamnya. Mulai dari sebuah rasa tanggung jawab sampai pada rasa kepekaan terhadap sesama.

“Di dalam flim itu juga terkandung beberapa kisah hidup saya. Jadi intinya kita harus siap menghadapi keadaan apapun yang terjadi, tetap harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Asrol juga berharap, agar para orang tua tetap fokus dalam pendidikan anak, di era digital saat ini peranan orang tua sangat diperlukan terlebih dalam menyaring informasi yang diterima para anak dari media sosial.

“Contohnya, beri mereka tontonan dan informasi yang mengedukasi,” pungkasnya. [Rahmad]