Masyarakat Dusun Suhud Selatan Desa Rintis Antusias Melakukan Gotong Royong

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

Masyarakat Dusun Suhud Selatan Desa Rintis Antusias Melakukan Gotong Royong



NUSANTARAEXPRESS,  SUHUD , LABUSEL – Gotong royong adalah salah satu warisan nenek moyang kita bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya untuk menciptakan hubungan silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan. Disini tersirat nilai-nilai edukasi yang sebenarnya menjadi tujuan dari individu-individu yang ingin selalu terjaga hubungan tali silaturahmi secara berkesinambungan.


Dusun Suhud, Desa Rintis Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Minggu 29 Agustus 2021 melakukan gotong royong yang secara bersama-sama diikuti oleh seluruh masyarakat Dusun Suhud Selatan, dan hampir 80% masyarakat hadir dalam gotong royong ini.


Basir warga Dusun Suhud Desa Rintis dengan mengenakan pakaian Dinas Lengkap (PDL ) dari Pemuda Panca Marga (PPM) menjadi penyemangat dari warga Dusun Suhud Selatan dan memberikan keterangan kepada awak media ini, bahwa 80 % masyarakat Dusun Suhud Selatan saat ini turun secara bersama-sama untuk melakukan perawatan jalan poros.



“Kami dari masyarakat Dusun Suhud Selatan secara swadaya secara bersama-sama telah melakukan gotong royong untuk melakukan pengurukan jalan-jalan yang berlubang dan dianggap perlu perbaikan. Bagaimanapun, ini tugas kita dari masyarakat, khususnya dari masyarakat Dusun Suhud Selatan. Diperkirakan 80% masyarakat ikut berpartisipasi untuk melakukan gotong royong ini”. Jelasnya.


“Gotong rotong ini ada di dua titik, titik pertama ada di depan masjid Dusun Suhud Selatan dan titik kedua adalah di jalan poros untuk mejuju Kampung Gelugur”.


Imbuhnya, “Dalam aksi nyata gotong royong ini juga melibatkan ibu-ibu yang ada di Dusun Suhud Selatan, mereka berkontribusi memberikan makanan dan minuman. Kami sangat bangga dan merasa bangga secara bersama-sama bisa menjaga kekompakan yang memang harus kita pertahankan. Gotong royong adalah warisan leluhur kita yang tidak dapat bisa kita pisahkan dari kehidupan bersosial di masyarakat. Terlebih saat ini, gotong royong sudah mulai hilang dengan dikikis oleh budaya-budaya luar yang memang tidak ingin gotong royong itu sendiri ada.”



Dalam penjelasannya kepada media ini, dalam gtotong royong ini juga hadi dari unsur pemerintahan desa yaitu sekretaris desa  dan beberapa kepala dusun guna memberikan semangat kepada seluruh masyarakat Dusun Suhud Selatan.


“Gotong royong kali ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Terlebih saat ini curah hujan semakin tinggi. Kami sebagai masyarakat harus siap membantu masyarakat yang melintas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami terpanggil dari hati nurani dan kebersamaan”. Pungkas Basir.

 

Penulis : MISLAM