ADA APA DENGAN MEGA?

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

DESCRIPSION NE

NUSANTARAEXPRESS Sebagai sarana penyampaian informasi, juga berperan dalam proses percepatan interaksi antara berbagai elemen masyarakat dalam semua aspek sehingga mampu mendorong terwujudnya masyarakat yang berwawasan luas.

Print Friendly and PDF

ADA APA DENGAN MEGA?




ADA APA DENGAN MEGA?


Oleh Agung Marsudi


KABAR seseorang yang dikabarkan sakit, kemudian dibawa ke rumah sakit itu biasa. Yang menjadi tidak biasa bila yang dikabarkan itu Bu Mega. Orang nomor satu di partai berkuasa. Seorang Ketua umum terlama dalam sejarah partai politik Indonesia. Selama 28 tahun, tak tergantikan.


Kabar sakit apa, dimana, kondisi seperti apa bukanlah hal mengagetkan, sebab usianya memang tak lagi muda, 74 tahun. Hampir mendekati usia Indonesia merdeka. Usia yang rentan penyakit degeneratif.


Yang mungkin membuat was-was adalah jika sang ketua partai itu sakit, kemudian berdampak pada ikut sakitnya partai yang dipimpinnya. PDIP itu Mega, Mega berada di balik peta tematik politik Indonesia hari ini.


Sebagai warga bangsa, tentu doa terbaik untuk mantan Presiden ke 5 Republik Indonesia ini.


Pesan para leluhur tentang "Ojo Dumeh" menjadi relevan ketika dikaitkan dengan kesehatan dan kekuasaan. "Nglungguhi klasa gumelar" ibarat menduduki tikar yang sudah digelar.


Antara pandemi dan suksesi, ada "kodrat wiradat". "Tega larane ora tega patine. Sebaya pati, sebaya mukti"


Sementara kawanan Gagak Oligark, sedang terbang rendah mengelilingi istana, dengan kepak sayap hitam. Menyampaikan pesan leluhur, kapan Indonesia makmur, ketika presidennya tak bisa tidur. 


Tahun 2024 sudah dekat. Indonesia harus seger(a) waras.



Duri, 10 September 2021