NGAJI di Era Membingungkan

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

DESCRIPSION NE

NUSANTARAEXPRESS Sebagai sarana penyampaian informasi, juga berperan dalam proses percepatan interaksi antara berbagai elemen masyarakat dalam semua aspek sehingga mampu mendorong terwujudnya masyarakat yang berwawasan luas.

Print Friendly and PDF

NGAJI di Era Membingungkan



NUSANTARAEXPRESS, DURI – NGAJI adalah kata yang tidak terlalu populer. Namun kata NGAJI sangat trend di dunia pesantren. NGAJI disini bukan seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan arti Membaca, namun NGAJI disini adalah NGATUR JIWO (bahasa jawa) atau Ngatur Jiwa.

 

Berbicara NGAJI, tentu tidak terlepas dengan tatanan hati yang hayati dan tak pernah mati-mati. Satu intisari dalam hidup yang memang harus dipahami dan dimengerti. Sangatlah merugi kita sebagai manusia yang tidak memahami sejatinya hati itu sendiri.

 

Melawan arus dari kebiasaan terkadang memang sangat sulit, namun dengan NGAJI akan memberikan tatanan khusus kepada kita. Terlepas siapapun kita, dan agama apapun. NGAJI sangat dibutuhkan.

 

Terlebih pada era saat ini, suatu era yang sangat serba membingungkan. Teknologi sudah mendominasi, informasi tidak lagi bisa dibendung. Bahkan para petinggi selalu meninggi, yang rendah selalu dibawah. Masyarakat bingung, mana yang harus menjadi panutan. Sementara yang kaya semakin kaya dan yang miskin akan terus merana dengan kemiskinannya.

 

Sudah saatnya, kita sebagai umat di bumi merenung.

 

Siapa kita?

Sedang apa?

Mau Kemana?

 

Dengan NGAJI (NGATUR JIWO) kita bisa menjawab semua itu.

 

Terkadang, kita sebagai manusia terlalu sombong dengan keakuan dan keangkuhannya. Dan selalu tidak kita sadari semua itu. Bahkan kita selalu membawa “Taek” (bahasa medan) kemana-mana, namun kita juga masih terlalu sombong dan bahkan keangkuhan selalu mendominasi.

 

Siapa yang menggerakkan seluruh anggota tubuh kita kalau bukan Tuhan.

Siapa yang memberikan kekayaan kita kalau bukan Tuhan

Siapa yang memberi kesehatan kita kalau bukan Tuhan

Siapa yang memberi kesenangan kita kalau bukan Tuhan

 

Begitu sombongnya kita, berlagak seperti Super Hero yang serba bisa.

 

Wahai saudaraku siapapun kita, sudah saatnya kita sadari itu semua.

 

 

Penulis : MISLAM - PPWI