PUPR Kab. Limapuluh Kota Harus Gesa Jembatan Darurat di Nagari Simpang Sugiran

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

Print Friendly and PDF

PUPR Kab. Limapuluh Kota Harus Gesa Jembatan Darurat di Nagari Simpang Sugiran


NUSANTARAEXPRESS, SIMPANG SUGIRAN  - Jembatan darurat salah satu kebutuhan masyarakat sebagai penghubung  transportasi di Nagari Simpang Sugiran Kecamatan Guguak kabupaten Lima Puluh Kota. Tepatnya di Bondar Dt. Amad Sawah Liek. Jelas Wali Nagari Simpang Sugiran Errizulman Dt. Bijo.


Pihak PUPR sudah berjanji akan “MEMINDAHKAN KERANGKA BESI EKS JEMBATAN” di Luak Polam ke Jembatan Bondar Dt. Amad Sawah Liek sesuai keterangan dari pihak PUPR saat utusan dari PUPR mengukur jembatan darurat pada hari Kamis 23 September 2021. Papar Wali Nagari kepada NUSANTARAEXPRESS, Senin (27/09/2021) sekira pukul 14.00 Wib melalui pesan WhatsApp.




Harapan “Jangan sampai pekerjaan pembuatan jembatan darurat ini ditunda lagi. Karena masyarakat sangat membutuhkan keberadaannya. Karena jembatan darurat saat ini terbuat dari batang kelapa yang sudah mulai lapuk. Jika pekerjaan tidak digesa, yang disangsikan  akan menelan korban”.


Imbuhnya. “Jembatan tersebut menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Bahkan bukan hanya Nagari Simpang Sugiran, tapi ada beberapa Kenagarian yang lain juga menggunakan akses jembatan darurat ini”.


Sumber: Site Nagari Simpang Sugiran


Sejauhmana Keseriusan PUPR akan membangun Jembatan Darurat ini?

Kalau kita lihat dari komunikasi dari pihak PUPR, mereka sangat serius. Dan bahkan mereka sudah melakukan pengukuran.


Kapan akan dilakukan pekerjaan Jembatan Darurat ini?

Kalau waktu pastinya saya sebagai Wali Nagari belum dapat. Namun mereka dari pihak PUPR berjanji secepatnya akan mengerjakan. Dan kita akan tetap melakukan komunikasi terus dengan pihak PUPR.


Apa Keluhan Masyarakat dengan kondisi Jembatan yang sudah lapuk?

Masyarakat sangat resah dengan kondisi jembatan darurat saat ini. Karena biaya transportasi akan menjadi tinggi untuk melakukan aktivitas. Karena kondisinya sudah tidak memungkinkan dilewati kendaraan dengan beban berat. [Teldi]