Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Jorong Boncah Nagari Simpang Sugiran Lakukan Studi Tiru

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Jorong Boncah Nagari Simpang Sugiran Lakukan Studi Tiru


NUSANTARAEXPRESS, SIMPANG SUGIRAN, SUMBAR - Kampung KB (Keluarga Berkualitas) Jorong Boncah Nagari Simpang Sugiran Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan Studi Tiru di kediaman Halim Antoni di Jorong Parumpuang Nagari Simalanggang Kecamatan Payakumbuh, Sumatera Barat dalam rangka pemanfaatan tanaman keluarga pada program ketahanan keluarga, Kamis, 11 November 2021. 



Halim Antoni adalah seorang petani yang telah sukses sehingga menghantarkan beliau ke Istana Presiden sebagai juara nasional petani Indonesia pada tahun 2019 lalu.


Kunjungan ini dipimpin langsung oleh ketua Kampung KB Jorong Boncah Nagari Simpang Sugiran, Iswaris Chan, S.AP (mantan Wali Nagari Simpang Sugiran periode 2013-2019) dengan anggota lebih kurang 30 orang. 


Diskusi dimulai pukul 9.00 wib. Seluruh peserta sangat antusias mendengarkan wejangan dari Halim Antoni tentang pemanfaatan tanaman pekarangan dengan tanaman holtikultura maupun tanaman obat-obatan.


Turut hadir dalam kunjungan ini adalah Fiddria Falla, AP, M.Si sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab.Lima Puluh Kota.


Dalam pemaparannya, Antoni menekankan bagaimana para rumah tangga yang mengkonsumsi tanaman hortikultura (sayuran) lebih memastikan sayuran yang akan dimasak tidak mengandung unsur kimia (pupuk buatan, pestisida) sehingga memberikan rasa aman untuk di konsumsi disamping tidak lagi harus membeli.


Halim Antoni juga memaparkan cara bercocok tanam cabe dan bawang dimulai dari persiapan lahan ataupun polibag sampai perawatan tanaman. Untuk pupuk tidak menggunakan pupuk buatan melainkan air cucian beras, atau air cucian ikan, atau air cucian daging yang ditambahkan air sekedarnya. Sebagai pembunuh hama menggunakan air remasan daun pinang, daun surian dan daun sirsak. Sedangkan untuk pengusir hama menggunakan air remasan daun serai, daun selam, ataupun daun selasih.


Setelah mendenarkan dari pemaparan dari Antoni, dilanjutkan kunjungan lapangan ke pekarangan. Kegiatan diakhiri seiring berkumandangnya azan Zuhur. [Red]