Penanaman Bibit Mangrove Guna Mengurangi Erosi di Negeri Mamala

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

Penanaman Bibit Mangrove Guna Mengurangi Erosi di Negeri Mamala


NUSANTARAEXPRESS, MALUKU - Satgas Pamrahwan Maluku Yonarhanud 11/WBY bersama Mahasiswa KKN Unpatti 2021 Negri Mamala dan masyarakat serta unsur terkait melakukan penanaman bibit mangrove di Kaki Air Pantai Hiti Latu Negri Mamala Pos I Morela SSK I.(10/11/2021)


Selain menjaga keamanan, Satuan Tugas Pamrahwan Maluku Yonarhanud 11/WBY, juga menjaga kelestarian lingkungan. Terbukti, mereka melakukan penanaman ratusan bibit pohon mangrove di Kaki air Pantai Hiti Latu Negeri Mamala bersama Mahasiswa KKN Unpatti.


Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut antara lain Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Dr.Mieke J Rolobessy.MT, Sekertaris Negeri Mamala Bpk.Wahyu Malawat, Babinsa Negeri Mamala Serda M Kiang, Kepala Pemuda Negeri Mamala Bpk Nawawi Lestaluhu, Perwakilan Remas Al Muhibbin Negeri Mamala, Pendamping Lokal Desa Negeri Mamala Sdr M.IS.Pelu, personil POS I MORELA, Mahasiswa KKN Unpatti 2021 dan masyarakat menanam sekitar 650 bibit pohong mangrove.



Dansatgas Letkol Arh Rendra Febrandari Suparman, S.I.P. mengatakan, bahwa penanaman bibit mangrove itu bertujuan untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dan masyarakat, memupuk kerjasama dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Pos I Morela.


Menurut dia, penanaman bibit itu bukan tanpa alasan. Sebab, wilayah Kaki Air Pantai Hiti Latu merupakan salah satu wilayah terdampak abrasi. Diketahui, beberapa waktu lalu,  masyarakat pesisir terkena dampak abrasi akibat angin dan gelombang laut cukup besar. Jalan semenisasi di wilayah tersebut mengalami kerusakan. Warga di sekitar lokasi  mengungsi mencari tempat aman dan mengamankan barang berharga milik mereka.


“Saat ini, kami selaku aparat TNI yang bertugas menjaga keamanan khususnya di wilayah Morela bersama masyarakat terus berupaya untuk merehabilitasi wilayah terdampak abrasi. Serta, melestarikan lingkungan, dengan menanam 650 pohon mangrove. Tujuannya, agar fenomena alam abrasi tidak terus terjadi, “ ungkapnya.


Selain itu, kata dia,  kegiatan tersebut bertujuan mendidik masyarakat setempat terhadap manfaat dan pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan.


Aparat desa dan seluruh elemen masyarakat wilayah pesisir Pantai sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mereka berharap bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan terjaga dengan baik. Sehingga bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,  khususnya di wilayah pesisir Pantai Hiti Latu. (Pen Yonarhanud 11/WBY)