MASIH TENTANG LET IT BE -->

MASIH TENTANG LET IT BE

Sabtu, 19 Maret 2022,



MASIH TENTANG LET IT BE


Oleh Agung Marsudi


ADA-ADA SAJA mengaitkan tembang legenda dunia ini, dengan fenomena politik Indonesia. Mau tunda pemilu. Let it be! Pingin memperpanjang masa jabatan. Let it be! Kebelet pindah ibukota. Let it be!


Tapi tak Indonesia, kalau tak kreatif. Begitu refrain tembang the Beatles itu mengudara, enak saja diplesetkan mana suka siaran si naga.


Let it be, let it be, let it be, yeah, let it be

There will be an answer, Let it be (diplesetkan, "there will be an answer Letter "B")


Let it be, let it be, let it be, yeah, let it be

Whisper words of wisdom, Let it be (Tetap diplesetkan, "Whisper words of wisdom, Letter "B")


"B" , the 2nd letter of alphabet is very powerful. "I really laughed out loud of this".

Sebab mendadak ada yang nyeletuk "B" itu jangan-jangan Binsar, siapa tahu Budi. Ojo-ojo Basuki.


"Let It Be" tak bermakna puisi. Ia mimpi. Paul McCartney.


Not religious. Not at all.


Di era koalisi kepak sayap oligarki, plan "B" selalu bernilai strategis, apalagi ketika pengalihan isu gagal menghentikan teriak mak-mak. Oposisi jalanan yang masih bertahan. 


Dulu tanaman makan pagar, sekarang pagar makan tanaman. Kebijakan publik yang diterbitkan pemerintah justru memakan rakyatnya sendiri. Setiap setiap hari.


"Nyak, nyak!" Setelah ada korban mati, minyak goreng muncul jika rakyat mau divaksinasi.



Jakarta, 19 Maret 2022





TerPopuler