Domino Dominasi Oligarki -->

Domino Dominasi Oligarki

Kamis, 21 April 2022,


Domino Dominasi Oligarki


Oleh Agung Marsudi


SIAPA yang tak tahu dodol, penganan legit asli Indonesia itu. Tapi dodol yang satu ini, bukan sembarang dodol. Bukan dodol Garut atau dodol Amurang, Minahasa.


Ia berbeda. Kehadirannya seperti gurita, bergerak lincah, bermain ke semua lini strategis, menguasai hajat hidup orang banyak, yaitu domino dominasi oligarki, disingkat dodol.


Menurunkan kartu politik dendam, balak enam. Pohon beringin, tak tumbang meski disrudug banteng, berkali-kali. Kini beringinnya malah dibonsai, biar lebih lincah dan lihai.


Di era kepak sayap oligarki, kamar-kamar sudah dibagi-bagi. Ini yang disebut, praktek persetubuhan partai politik berbasis kekuasaan. Demi investasi, aturan bisa direvisi berkali-kali, pasal dijual, ayat diganti. Demokrasi, dengan ruang kendali. 


Yang mau oposisi, dibawa ke bong supit, disunat dua kali. Bila perlu diberi pil penenang, biar kerjanya berfantasi.


Janji kesejahteraan dibayar dengan utang. Karena tak ada haluan, dewan yang semula mewakili rakyat, mudah berbelok arah. Lebih mewakili partai atau rezim. Kapling kuasa trias politica rawan perselingkuhan. Lupa perannya, tapi tak lupa rasanya.


Koalisi, menjadi kuali yang minta diisi. Sebab sejatinya koalisi hanya dilakukan oleh para pengecut. Ingin berkuasa, tapi kurang daya. Jadinya, otoriter bersama-sama.



Yogya, April 2022





TerPopuler