"Muncul Spekulasi-Spekulasi" -->

"Muncul Spekulasi-Spekulasi"

Senin, 11 April 2022,


"Muncul Spekulasi-Spekulasi"


Oleh Agung Marsudi


MENJELANG kulminasi demo BEM Seluruh Indonesi hari ini, akhirnya presiden Republik Indonesia tercinta Pak Joko Widodo mengeluarkan pernyataan tentang tanggal-tanggal. Jadwal mekanisme politik lima tahunan.


Presiden minta jajaran menterinya untuk menjelaskan pada masyarakat mengenai jadwal pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, yang telah ditetapkan pada 2024 mendatang. Perintah ini disampaikan Jokowi karena ia tak mau masyarakat berspekulasi bahwa pemerintah tengah berupaya memperpanjang masa jabatan presiden. 


"Ini perlu dijelaskan agar jangan sampai nanti muncul spekulasi-spekulasi yang isunya beredar di masyarakat bahwa pemerintah tengah berupaya untuk melakukan penundaan Pemilu atau spekulasi perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode," tegas Presiden, saat memberikan arahan dalam rapat persiapan Pemilu dan Pilkada, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/4/2022).


"Jelas bahwa kita telah sepakat Pemilu ditetapkan 14 Februari 2024 dan Pilkada November 2024," tambah Presiden, asal kota Solo ini.


Saya terharu dan trenyuh, dengan diksi Pak Jokowi tentang "muncul spekulasi-spekulasi". Menggigit sekali. Apalagi judul ILC edisi lalu juga menggigit sekali, "ILC: 62,9 Persen Rakyat Takut Mengeluarkan Pendapat, Ada Apa?"


Ada yang tergigit, sayang menggigitnya hanya sekali. Lalu para mahasiswa mengeluarkan pendapatnya dengan caranya sendiri. "Demonstrasi hari ini!"


Bukti gaya demokrasi di negeri ini memang kenyal. Menggigit dan tergigit, sama-sama legit. Semuanya terjadi, agar jangan sampai "muncul spekulasi-spekulasi"


Lalu Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pun merasa perlu memindahkan lokasi demonstrasi dari sebelumnya di kawasan Istana Negara, menjadi ke Gedung DPR RI.


Lalu siapa tahu benar informasi, sebentar lagi, ada 3 menteri dan 6 pejabat dirjen yang akan diganti, agar jangan sampai "muncul spekulasi-spekulasi"


Praktik demokrasi negeri ini di era kepak sayap oligarki, memang kenyal. Menggigit, tergigit, legit, dan tak ada yang merasa sakit, agar jangan sampai "muncul spekulasi-spekulasi" bahwa negeri ini tidak ada demokrasi.


Mahasiswa, istana, puasa, demonstrasi, oligarki, koalisi, oposisi, spekulasi, konstitusi, artikulasi berbayar, "syarat dan ketentuan berlaku". 


Demokrasi, tapi halu.



Jakarta dini hari, 11 April 2022





TerPopuler