"Susu Serdadu" -->

"Susu Serdadu"

Kamis, 28 April 2022,


"Susu Serdadu"


Oleh Agung Marsudi


SELALU ada yang baru, ketika pagi, kita membuka pintu.


Paket sembako untuk serdadu, menyambut lebaran itu dilengkapi dengan susu. Jadilah, susu serdadu. Harga susu berapa, dikalikan jumlah anggota. Dah itu aja. Lalu para prajurit, siap hari raya.


Tak perlu dipikir, sponsornya siapa. Bukan urusan kita. Itulah jiwa korsa. Tegak lurus. NKRI harga mati. Merah Putih harga diri! "Langkah tegap, maju jalan!"


Ihwal susu, memang beda dengan minyak goreng. Susu bagian dari 4 sehat, 5 sempurna. Sedang minyak goreng bagian dari "politik" kita. Bahkan, hari ini beleid moratorium ekspor minyak sawit sudah diberlakukan. 


Bagi pengusaha besar yang usahanya terintegrasi dengan kebun, PKS, pabrik minyak goreng, dan distribusi, beleid ini seperti angin lalu, tapi bagi petani kecil ini sembilu.


Mereka mulai menjerit, buah sawit produksi petani mulai ditolak oleh pabrik kelapa sawit (PKS), harga gak usah ditanya. Suka-suka, tokenya. Inilah THR tahun 2022 yang menyedihkan, "Tekan Harga Sawit".


Duit sawit, memang legit. Sayang, migor justru sulit, di negeri sorga sawit.


"Dung! Dung! Dung!"

"Tak! Dung!"

Bedug magrib tiba, saatnya berbuka. 

Minum susu serdadu, dulu. 

Biar gak sembilu. 


Terima kasih, untuk Pak Dudung.



Duri, 28 April 2022





TerPopuler