SESSION3. Ada Apa Dengan Bengkalis

Translate

LEAD

JAM DIGITAL

MON

JASA PENGAMANAN

Print Friendly and PDF

SESSION3. Ada Apa Dengan Bengkalis



Pemuda, Tenaga Kerja dan Media Mau Kemana ?


NUSANTARAEXPRESS, DURI – Kantor Hukum Elidanetti, S.H., M.H., CPLC, Kamis (16/12/21) kembali menggelar diskusi bertempat di Yeraa Café Jl. Mawar Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. pukul 20.00 Wib.


Kali ini diskusi yang ditaja oleh Kantor Hukum Elidanetti, S.H., M.H., CPLC, masih mendiskusikan hal yang sama dengan Session1 dan Session2. AADB. Ada Apa Dengan Bengkalis seperti yang diungkapkan oleh Agung Marsudi figur sosok pemikir yang konsen dengan hengkangnya Chevron di Negeri Junjungan. dijelaskannta Sessioan1 dan Session2 sebelumnya.


Session3 dalam diskusi ditaja pada pukul 20.00 Wib menghadirkan narasumber, 1. Elidanetti, S.H., M.H., CPLC, 2. Agung Marsudi, 3. Andika Putra Kenedi, ST.


Session3 ini dibuka oleh Moderator Agung Marsudi. Dengan menjelaskan AADB, Ada Apa Dengan Bengkali secara general.


Persoalan Bengkalis memberikan inspirasi di Session yang ditaja. Persoalan A,B,C,D dan seterusnya. Semua masalah terangkum dalam Abjad yang dijelaskan.


Untuk lebih memacu adrenalin seluruh peserta di Session3, Abangnda Ucok menyumbangkan sebuah lagu dari Iwan Fals, "Tanpa Judul".


"Sahabat, masih ingatkah kau"........


Ayo kita nikmati diskusi ini. Jelas Agung Marsudi sebagai moderator. Pertanda Session ini dimulai.


Selamat datang bung Andika, dari KNPI.


"Pemuda harus banyak diskusi. Hari ini kita seperti tikus di lumbung padi". Jelas Ketua KNPI Kab. Bengkalis Andika, ST.


"Dipayung KNPI kita akan melakukan perubahan. Jangan tamat kuliah hanya untuk menjadi honor di pemerintahan. Apa kita hanya akan menjadi pemuda yang monoton". Jelasnya.


"Saya mengajak seluruh pemuda bengkalis, agar kita bisa bekerja di negeri sendiri. Dalam waktu dekat kita akan makukan konsolidasi akbar. Memberkan petisi pernyataan sikap anak negeri harus bekerja di negeri sendiri. Harus ada gerakan gila dari Pemuda". Jelas Andika serius.


"Saya siap berseberangan dengan Pemerintah jika ada kebijakan yang tidak berpihak dengan Pemuda dan semua hal yang tidak ada keberpihakan". Jelas Andika saat menjawab pemaparan dari Mislam terkait dengan gerakan KNPI di Kab. Bengkalis.


Selanjutnya Bapak Agen Sibolon dari Serikat  Buruh Riau Independen (SBRI). 


"Persoalan buruh, dari pemerintahan jarang membahas masah perburuhan. Pegawai pengawas sudah membuat aturan terkait hak normatif. Tapi juga masih tidak terealisasi. Karena tidak ada sanksi hukum nya. Ketika dibuat sanksi hukumnya, dan sudah dijalani hingga berakhir. Namun hak buruh juga tidak dibayarkan". Ungkap Agen Simbolon.


"Terkait Perda, tidak ada yang melakukan pengawasan. Dan saat ini pengawasan terkait dengan Tenaga Kerja dilakukan oleh Provinsi. Sekali lagi benturan ini terjadi. Dan tidak mungkin kepala daerah memerintahkan pemerintah provinsi. Ini yang menjadi masalah tenaga kerja di Kabupaten Bengkalis". Jelas Agen Simbolon.


"Bengkalis ada kekosongan hukum terkait dengan pengawasan. Dan harus dibuat Perda nya untuk mengatur tenaga kerja agar lebih spesifik". Ungkapnya.


"Kalau saya sebut terkait dengan tenaga kerja. Saat ini linglung". Jelas Agen dengan semangat.


"Kita menunggu kehadiran Bupati Bengkalis di Session selanjutnya". Pungkas Agen optimis.


Elida Neti, S.H., M.H. CPLC, dalam Session3 ini menggaji tenaga lokal dari persfektif hukum.


"Kredibilitas Pemerintah Kabupaten Bengkalis perlu kita pertanyakan terkait dengan tenaga kerja lokal". Jelas Elida Neti, tokoh perempuan Provinsi Riau yang getol menyuarakan hal-hal yang tidak tepat pada tempatnya.


"Kita berikan applous kepada Andika, dari pemuda di KNPI yang berani membuat gebrakan  terkait dengan tenaga kerja di beberapa waktu yang lalu". Papar Elida.


"Banyak yang harus kita lakukan wahai pemuda. Contohlah senior-senior yang selalu berkomitmen menggaungkan suara terkait dengan tenaga kerja dan semua permasalahan". 


"Seharusnya, pihak Perwakilan rakyat harus jemput bola. Terkait dengan tenaga kerja kita harus hantarkan bola ke mereka, jika mereka tidak menjemput". Paparnya.


"Kita harus sama-sama bekerja dan berjuang bersama". Pungkas Elida. Praktisi Hukum dari Kantor hukum Elidanetti, S.H., M.H., CPLC,. 


"Kapan Bupati Bengkalis duduk bersama dengan kita diskusi bersama. Kita akan upayakan agar Kepala Daerah duduk bersama di Session selanjutnya. 


Mislam dalam hal ini sebegai peserta diskusi menantang KNPI untuk berjiwa pemuda dan berai melawan arus. KNPI sebagai pintung gerbang awal (Gateway) sebagai garda terdepan dalam semua bidang. JIka Pemuda lemah, maka ini ada permasalahan dasar yang harus diperbaiki dan dipertanyakan terhadap gerakan pemuda. Jelas Mislam yang juga sebagai Pemimpin Redaksi NusantaraExpress.


Beranikah KNPI Kab. Bengkalis Melawan arus dan berseberangan dengan Pemerintah Daerah jika ada hal yang dianggap melenceng dari segala aspek?. Jelas Mislam kepada Andika sebagai Ketua KNPI Benkalis. Dan dijawab "Ya, Saya Berani Melawan Arus" jelas Andika.


Terkait dengan gerakan Pemuda dari KNPI sudah terjawab, tinggal menungu gerakan nya di lapangan. Benarkah yang dikatakan oleh Ketua KNPI Kab. Bengkalis Andika, ST. di forum diskusi Session3 yang di taja oleh Kantor Hukum Elidanetti, S.H., M.H., CPLC, 


"Jangan ada pengotakan-pengotakan segala aspek, mari kita sama-sama melebur untuk menyuarakan hal yang dianggap untuk memajukan Bengkalis, khususnya di Duri dengan Julukan Kota Energi. Seperti terlihat dalam spanduk di Session ini. "Selamat Datang di Duri Kota Energi". Pungkas Mislam.


Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sangat mendukung kegitaan yang dilakukan oleh Pemuda. Jelas Orang tua kita Nur Syafrindo yang mewakili LAMR di Diskusi Session3 ini.


"Kami dari LAMR sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Pemuda disemua sektor. Perubahan harus dilakukan. Khususnya masalah tenaga kerja di Duri Kota Energi. Harus ada perubahan. Begitu susahnya anak kemenakan kita yang punya potensi mendapatkan peluang pekerjaan saat ini. Pemuda harus melakukan perubahan ini". Pungkas Ayahanda Nur Syafriondo selaku yang dituakan dari LAMR


Peni, dari Perlindungan Anak Provinsi Riau juga hadir dalam Diskusi Session3 ini. Beliau hanya meminta, janganlah mengait-ngaitkan hubungan kekeluargaan dengan aturan dan kebijakan-kebijakan dari semua aspek terkait dengan regulasi yang ada di Pemerintahan.


"Jangan ada pengotakan-pengotakan. Kita semua sama dan mempunyai hak yang sama. Pada awalnya saya sendiri pesimis dan hampir gagal memahami semua permasalahan. Namun saya bangga bisa mempunyai rekan-rekan yang berpikir cerdas dalam diskusi seperti dalam Diskusi Session1 sampai Session3 ini". Jelas Peni optimis.


Suasana diskusi di Session3 semakin malam semakin panas. Bung Bonar, sebagai aktivis 98, yang selalu bersuara lantang. Hanya satu pesannya. 


"Kita disini berdiskusi suatu masalah, bukan memberikn jawaban masalah yang didiskusikan". 


Tepat pukul 23.00 Wib diskusi di Session3 ini ditutup oleh Moderator Agung Marsudi dengan ditandai closing dari masing-masing narasumber dan peserta diskusi. (Red)