Nyamar Makruf Nyambi Munkar -->

Nyamar Makruf Nyambi Munkar

Selasa, 01 Maret 2022,

 

Nyamar Makruf Nyambi Munkar


Oleh Agung Marsudi


CATATAN saya berjudul, "Orgasme politik, kangkung-genjer, suka-suka" pada hari Senin (28/2/2022) ditanggapi dengan gesit melalui japri oleh Ki Dalang, Petruk Dadi Ratu.


Bahasanya nyentil ke sana-sini. Dansa, yuk dan dansi. 


Ada oposan pinggir jalan, teriak dan beraksi. Kumpul 5 orang sudah merasa bisa menyelesaikan Indonesia. "Dorong mobil pemerintah tapi rem tangan gak dilepas".


Kita mengira demokrasi itu pilihan terbaik. Kita lupa bahwa negara demokrasi itu adalah negara paling lemah, tidak punya jati diri, dan tidak ditakuti, karena rentan oligarki. 


Demokrasi itu "dagangan" kekuasaan.


Sehingga kelompok antioligarki pun, dibuat bingung nak berdengung. Layaknya anti kemapanan komunitas funk. Beda tipis "oposan pinggir jalan" dengan politik sedu sedan. Komoditasnya sama "jualan kemiskinan".


Kita pun pura-pura, malu belajar dengan negeri jiran, negara kecil paling kreatif di dunia bernama Singapura, gak punya apa-apa, berani ngatur siapa-siapa. 


Terlalu banyak negeri ini bersandiwara. "Suka kontroversi, basa-basi. Lain di mulut, lain di hati. Nyamar makruf, nyambi munkar," ujar Jeng Kelin.


Demokrasi dengan bahasa kampung berarti "Orang tolol, diusung parpol" lalu jadi presiden," terus Jeng Kelin.



Solo, 1 Maret 2022





TerPopuler