"Demokrasi Zombi!" -->

"Demokrasi Zombi!"

Senin, 25 April 2022,


"Demokrasi Zombi!"


Oleh Agung Marsudi


Dikit-dikit lapor, dikit-dikit lapor, lapor kok dikit-dikit! Demokrasi atas nama hukum. Sensasi pasal paling viral, fasih berdalih "pencemaran nama baik". Seakan-akan selama ini punya stok nama baik.


Sementara dari Washington, D.C., Amerika, Sri Mulyani masih melaporkan beragam agenda, pertemuan dan diskusi-diskusi konstruktif. Dimulai dengan pertemuan  beberapa private sector, @stanchart dan juga Asean Business, untuk memberikan update mengenai kondisi perekonomian dunia dan Indonesia, serta bagaimana iklim investasi di Indonesia. 


Layar dunia maya, penuh silang sengkarut, lapor melapor. Saling ngotot, saling serang. Seperti lupa, adat ketimuran yang terjaga. Hak privat yang dipertontonkan, merata-rata. Terhipnotis euforia, melapor segalanya.


Hukum yang panglima, berhadapan dengan panglima hukum. Yang kuat, yang menang. Yang melawan arus polarisasi, terbuang. Mencari keadilan di pucuk kekuasaan. Tertusuk bulan, di malam penuh teriakan kebenaran. Demokrasi zombi, riuh, dan gaduh.


Wajah negeri ini makin "Error". Potret baru nasionalis yang bengis, pada rakyatnya sendiri. Anak-anak bangsanya sendiri.


Gabungan partai dianggap koalisi, rakyat berbunyi, direkam sebagai oposisi. Mabuk kekuasaan seperti api memakan kayu bakar. Lain kamar, dituduh makar.


Akal sehat, menjadi batu nisan. 

Kuasa, dan uang tak perlu ditimbang. 


Sang pemilik neraca, mengintip dari balik istana. Agar keuangan bisa terus dimainkan. Demokrasi hanya bunyi-bunyian yang diberi ruang. Kursinya diduduki hantu yang tak kelihatan. Setiap lima tahun, mengendalikan keadaan.



Solo, April 2022





TerPopuler