"Luhut Punya Cerita, Uraa!" -->

"Luhut Punya Cerita, Uraa!"

Selasa, 19 April 2022,


"Luhut Punya Cerita, Uraa!"


Oleh Agung Marsudi


ADA-ADA saja! Kreatifitas pengguna media sosial negeri plus enam dua. Tembang potong bebek angsa, naik-naik ke puncak gunung menjadi terasa pedas di telinga. Untuk pak Luhut, tembang anak-anakpun diplesetkan. "Kepala, pundak Luhut lagi, Luhut lagi, Luhut lagi!"


Big Data memang Luhut punya cerita. Hanya beliau yang paling tahu. Yang lain sementara halu. "Tangane sedheku". Negara ini besar, tak mungkin diurus hanya seorang Binsar.


Rakyat terlanjur membayangkan Si Marves bisa apa saja, mana suka siaran big data. Hidup di alam nyata, tapi ketika mau mengambil keputusan berbasis dunia maya, beralasan tak mungkin dibuka.


Dunia maya, bukan dunia lain. Ketika sudah tak sanggup, lalu melambaikan tangan. Soal Big Data tak cukup dihentikan dengan pura-pura tak kuat, lalu tangan diangkat. 


Negara kok begini. Begini kok negara. Mengigau pada kekuasaan, tapi dimaklumi sebagai baca mantra.


Lihat, anak-anaknya sendiri, para mahasiswa yang turun ke jalan, selalu ditakuti dengan diksi "ditunggangi". Lupa, demo itu produk demokrasi, bukan tuak yang memabukkan, juga bukan "jaran goyang" 


"Big data, big dusta, big agenda. Uraa!"



Yogya, 18 April 2022





TerPopuler