"Crude Palm Oil Company. Awas Kompeni!" -->

"Crude Palm Oil Company. Awas Kompeni!"

Senin, 02 Mei 2022,


"Crude Palm Oil Company. Awas Kompeni!"


Oleh Agung Marsudi


PASCA arus balik mudik 2022 diperkirakan sawit efek akan mulai merata-rata. Efek Mudik ketahuan kemana. Efek Jokowi nembak siapa?


Gelombang politik akan pasang. Ombak ekonomi meski surut, boleh jadi akan terhempas keras di pantai. Biasa, selalu ada jawaban, di atas kertas pemerintah akan mengatakan kondisi kita sedang baik-baik saja. Semua berjalan normal.


Suhu politik, akan merambat naik, Agustus nanti, seiring keputusan KPU, partai-partai yang lolos verifikasi mengikuti Pemilu 2024.


Mudik hanya titik. Gelombang aspirasi sosial pasca pandemi. Migor, ada Tumanggor. Testimoninya akan membuka operasi mafia sawit selama ini. Hulu hilir bisnis sawit, yang selama ini menjadi "ekonomi piningit". Ngeri-ngeri, legit!


Efek Jokowi, hanya berkelindan siapa pengganti, penerus, pengaman proyek-proyek strategis. Politik praktis berada di sekutu-sekutu baru, koalisi gincu. Jaminan keamanan ada harganya. Siapa, dimana, menjadi apa, berapa.


Lalu, demokrasi hanya jaket palsu. Reformasi terbatuk-batuk. Kanal media sosial menjadi senjata berbahaya, bagi mekarnya arus politik baru. Serang-menyerang, demokrasi berang-berang. 


Suksesi 2024, adalah sirkuit sawit. 


Efeknya melilit-lilit. Daur pohon sawit itu 25 tahun, artinya naik-turun harga sawit adalah harga lima presiden kita. Elaeis, bukan gadis cantik di pinggir jalan. Ia wajah demokrasi. Kebun kekuasaan sejak jaman kolonial.


Crude Palm Oil Company. Awas Kompeni!


Tidak hanya energi, kekuasaan juga ada yang baru, terbarukan. Jangat kaget, ada juga konservasi kekuasaan. Diawali dari ketua umum partai tak ganti-ganti (seumur hidup) dan doktrin "Ojo pedhot, oyote!" 


Fadeout.


Srudugan banteng betina, bakal menembus, siapa aktor yang brutus.



Duri, 2 Mei 2022





TerPopuler