SAFETY VIOLATION
Print Friendly and PDF
-->

Search

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Translate

SAFETY VIOLATION

Kamis, 27 November 2025,



Oleh Agung Marsudi

Founder Duri Institute


"Blok Rokan Makan Korban!" (Lagi)


INI BUKAN sekedar pelanggaran keselamatan kerja. Ini soal nyawa yang dipandang sudah tak berharga. Kutipan beritanya begini: "Seorang pekerja dari perusahaan mitra Pertamina Hulu Rokan (PHR) inisial A(43) dilaporkan meninggal dunia. Sementara, dua pekerja lainnya mengalami patah tulang pinggang. Korban tewas diketahui sebagai derrickman (tukang derek) operator menara rig dari PT Arthindo Utama.


"Peristiwa insiden tersebut dibenarkan oleh Corporate Secretary PT. PHR Eviyanti Rofraida melalui rilisnya kepada sejumlah media yang bertugas di lingkungan ladang minyak dan gas di Wilayah Kerja Rokan".


Tak lama, pasca kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan tersebut, serentak beredar dari ponsel ke ponsel arahan penggunaan media sosial di Rig, oleh peneraju PHR.


Begini arahannya:


All Leaders WOWI HO-02,

Arahan Social Media di Rig


Saya baru saja menerima beberapa video terkait aktivitas operasi kita. Kondisi tersebut sangat membahayakan karena terlihat crew rig dan rig leaders membuat konten saat bekerja. Video serupa dapat ditemukan melalui pengecekan mandiri di TikTok dengan menggunakan kata kunci seperti GWDC, BDSI, PDSI, BMS. Hal ini merupakan pelanggaran berat terhadap disiplin operasional dan standar keselamatan. 


Saya minta Area Managers segera melakukan sidak dan razia penggunaan HP di lokasi.


Apabila perilaku ini masih berlanjut, maka Rig akan dilakukan shutdown operasi atas serious safety violation tersebut. Langkah ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Leadership DWI, termasuk kewenangan untuk menghentikan operasi guna memperbaiki perilaku tidak aman di lapangan.


Rig yang terbukti melakukan pelanggaran hanya dapat kembali beroperasi setelah manajemen kontraktor hadir langsung di lokasi, menyampaikan ulang peraturan perusahaan, menjelaskan sanksi kepada pelanggar, serta menyerahkan surat komitmen resmi untuk memastikan kepatuhan terhadap Safe Work Practices.


Operasi DWI kita saat ini berada dalam kondisi berisiko tinggi. Tindakan tegas dan tepat harus kita ambil untuk menghentikan perilaku tidak aman ini.


Arahan lima alinea ini tegas, dan menarik. Tapi fragmennya mirip adegan di film-film Bollywood. Setelah kejadian polisi baru datang bak pahlawan. Setelah memakan korban, baru ada tindakan. Perilaku selamat (behaviour based safety) itu dimulai sejak di pikiran dan parkiran. Bagaimana para buruh bekerja aman, jika perutnya tidak aman. Gajinya cuma tiga koma, "diterima tiga hari langsung koma".


Setelah kejadian Rig tumbang yang makan korban, nyawa melayang. Orang baru sadar, ini beda gaya, antara Chevron dan Pertamina. Matematika yang paling sulit adalah menghitung nyawa yang telah melayang (selama Blok Rokan dikelola Pertamina).


Kita hanya bisa mengibarkan bendera setengah tiang, untuk 13 nyawa yang sudah melayang.


Masihkah kita menutup mata.


Duri, 27 November 2025

TerPopuler