Oleh Agung Marsudi
Founder Duri Institute
Selamat! Tahniah! Saya ucapkan kepada Septian Nugraha, akhirnya terpilih sebagai Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bengkalis, periode 2025-2030 pada Konfercab PDIP di Labersa, Pekanbaru, Sabtu (22/11/2025). Sudah saya duga sebelumnya di beberapa catatan politik yang saya tulis di media.
Dengan terpilihnya Septian, yang memiliki hubungan dengan pemerintah Bengkalis, bupati eksisting, memiliki potensi, logistik dan mesin elektoral di kontestasi politik pasca Kasmarni. Siapa yang mau melawan putra mahkota pada Pilkada Bengkalis ke depan. Siapa berani; "Head to head, dengan Septian?"
Sepuluh partai pendukung Pilkada Bengkalis 2024, yang meloloskan "Ibuk", diingatkan tantangan dan pilihan, idealisme partai, atau pragmatisme kekuasaan. Sebab koalisi terbaik adalah koalisi dengan rakyat.
Tugas utama di pundak Septian adalah mendekatkan kembali konstituen kultural PDIP yang selama ini menopang mesin ideologisnya. Apalagi dalam struktur DPC PDIP Bengkalis terbaru, ada nama Yandra Eka Putra, sebagai wakil ketua pemenangan pemilu, ada Safroni Untung sebagai wakil ketua Politik dan Reformasi Sosial, di Hukum dan Advokasi, ada Horas Sitorus.
Jika PDIP berorientasi pada rakyat, mesra dengan "wong cilik" harus dekat dengan pemilih militannya, yang mulai terlupakan. Dan itu berarti PDIP harus berani memindahkan kantor DPC nya dari Bengkalis pindah ke Duri, seperti PKS yang dari awal berdirinya sudah berkantor di Duri. Ingat, kota Duri adalah barometer politik di kabupaten Bengkalis. Duri adalah Bengkalis. Bengkalis adalah Duri.
Apapun itu, terpilihnya Septian sebagai ketua DPC PDIP Bengkalis, putra mahkota Amril Mukminin ini akan memainkan peran politik di kabupaten Bengkalis mendatang. Anak muda usia 29 tahun ini, adalah calon peneraju Bengkalis ke depan. Apalagi posisi strategisnya kini sebagai ketua DPRD Kabupaten Bengkalis.
Ditunggu terisi daftar isi kandidat calon pengganti Kasmarni; "Ayo siapa berani?" PKS, Gerindra atau yang lainnya.
Duri, 22 November 2025
